Logo Bloomberg Technoz

Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol memperingatkan bahwa perang telah memangkas pasokan minyak global sekitar 14 juta barel per hari. Menurutnya, pemulihan produksi setelah konflik mereda juga tidak akan berlangsung cepat, melainkan secara bertahap.

Di tengah kondisi ini, ringgit Malaysia dan won Korea Selatan sudah berbalik arah dan berada di zona merah dengan pelemahan masing-masing 0,46% dan 0,45%. Sebaliknya, yen Jepang dan yuan offshore masih tangguh meski penguatannya terbatas 0,03% dan 0,01% pada 07:40 WIB. 

Pergerakan mata uang Asia Jumat pagi 07.40 WIB (8/5/2026). (Bloomberg)

Sepertinya pasar masih akan mencermati lebih lanjut, dengan rencana rilisnya data ekonomi terbaru beberapa negara di kawasan. 

Hari ini, Korea Selatan akan mengumumkan posisi neraca transaksi berjalan Taiwan dijadwalkan merilis data neraca perdagangan, Jepang akan mengumumkan pendapatan tunai tenaga kerja, sementara India, Malaysia, dan Indonesia akan mengumumkan angka cadangan devisa. 

Dari pasar utama, perhatian pasar global juga akan tertuju pada data tenaga kerja AS yang dirilis nanti malam. Jika data payroll dan pertumbuhan upah menunjukkan kondisi ekonomi AS masih kuat, maka ekspektasi suku bunga tinggi The Fed berpotensi bertahan lebih lama. Kondisi itu dapat mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang Asia, termasuk rupiah. 

Selain itu, pasar sepertinya masih menunggu kepastian arah negosiasi antara AS dan Iran, sekaligus mengukur seberapa besar gangguan pasokan energi global yang bisa berlangsung lebih lama. 

Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan bertahan dalam jangka pendek, terutama jika harga minyak kembali melanjutkan penguatannya. Meski begitu, penguatan terbatas rupiah di pasar luar negeri mengindikasikan tekanan jual mulai sedikit mereda dibandingkan beberapa hari sebelumnya. 

Namun, kenaikan harga minyak masih akan jadi sentimen utama karena dapat memperlebar tekanan terhadap neraca perdagangan dan inflasi domestik. 

Dari sisi lain, rilis data cadangan devisa Indonesia akan jadi perhatian pelaku pasar untuk melihat seberapa kuat amunisi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak eskternal yang terjadi sekarang. 

Apabila posisi cadangan devisa April tidak berkurang terlalu banyak, sentimen terhadap rupiah berpotensi sedikit membaik, dan mampu menahan pelemahan lebih lama. Namun sebaliknya, jika cadangan devisa tergerus cukup dalam, akan jadi sentimen lanjutkan bagi pelemahan rupiah, di tengah kondisi fiskal yang masih jadi perhatian pelaku pasar. 

Cadangan Devisa 1 (Bloomberg Technoz)

Di tengah sentimen yang berkelindan, peluang rupiah melanjutkan penguatan seperti kemarin sepertinya makin terbatas hari ini. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Jumat 8 Mei 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah beresiko kembali melemah. Target pelemahan menuju level Rp17.350/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp17.400/US$.

Apabila break kedua support tersebut, maka rupiah kemungkinan bergerak menuju level Rp17.500/US$ sebagai support terkuatnya.

Namun jika rupiah menguat hari ini, maka resistance yang menarik dicermati ada di level Rp17.300/US$ dan selanjutnya Rp17.200/US$.

(riset/aji)

No more pages