Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melonjak usai Bentrokan Baru AS-Iran di Selat Hormuz

News
08 May 2026 06:30

Tanker minyak di Teluk Persia./dok. Bloomberg
Tanker minyak di Teluk Persia./dok. Bloomberg

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah dunia melonjak menyusul pecahnya bentrokan baru antara pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Insiden ini dinilai mengancam prospek kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 10 minggu tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merangkak naik menuju level US$98 per barel setelah sesi perdagangan yang bergejolak pada Kamis (7/5/2026), sementara jenis Brent ditutup mendekati angka US$100. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa pasukan AS berhasil mencegat serangan tanpa provokasi dari pihak Iran dan membalasnya dengan serangan pertahanan diri saat kapal perusak rudal kendali mereka tengah melintasi Selat Hormuz.


Fokus pasar minyak global saat ini tertuju sepenuhnya pada selat strategis tersebut, yang secara efektif telah ditutup sejak awal konflik. Penutupan ini memicu guncangan pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana pengiriman krusial minyak mentah terhenti dan sumur-sumur minyak di seluruh kawasan terpaksa berhenti beroperasi. Jalur perairan utama tersebut kini berada dalam kondisi blokade ganda, dengan Teheran menghalangi lalu lintas kapal, sementara AS melarang kapal-kapal bersandar atau meninggalkan pelabuhan Iran.

“Selama lalu lintas di Selat Hormuz belum kembali setidaknya ke sebagian besar level normal sebelumnya, ruang penurunan harga minyak mentah akan tetap terbatas,” ujar Senior Vice President Trading BOK Financial Securities Inc., Dennis Kissler.