Logo Bloomberg Technoz

Adapun untuk pasar surat utang RI, yield SUN masih melanjutkan manuver jual di hampir semua tenor pendek dan menengah surat utang RI. 

Yield tenor 1Y ada kenaikan 1,4 bps bersama tenor 2Y yang banyak dilepas hari ini terindikasi dari yield yang menguat hingga 7 bps, hingga masing–masing menyentuh level 5,666% dan 5,974%.

Tenor 5Y bertambah 2,6 bps imbal hasilnya hingga siang hari ini berada di level 6,358%. Terlebih tenor 10Y menguat 1,2 bps imbal hasilnya di level 6,607%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam taklimat media yang digelar mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur bulan ini, memutuskan, mempertahankan suku bunga Bank Indonesia yang sesuai ekpektasi pasar.

“Berdasarkan berbagai asesmen prospek tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 dan 22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75% suku bunga deposit fasilitas sebesar 3,75 %, dan suku bunga lending fasilitas sebesar 5,5%,” ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam jumpa pers usai RDG, Rabu.

Perry bilang, keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.

“Kedepan Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1%,” katanya

Perry mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada di rentang 4,9% hingga 5,7%, kendatipun prospek pertumbuhan ekonomi global memburuk.

Proyeksi ini berkaca pada kinerja ekonomi pada Kuartal I–2026. Di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan ditopang oleh konsumsi domestik yang meningkat berasa dari peningkatan keyakinan pelaku ekonomi dan permintaan ketika Lebaran.

Perry menambahkan bahwa ke depan berbagai kebijakan Bank Sentral dan pemerintah perlu terus diperkuat di tengah menurunnya prospek perekonomian global. Berbagai respons kebijakan dilakukan untuk memitigasi dampak perlambatan ekonomi dunia dan mendorong sumber–sumber pertumbuhan ekonomi dari permintaan domestik.

“Dalam kaitan ini berbagai program pemerintah untuk menyerap tenaga kerja meningkatkan permintaan domestik dan memperkuat ketahanan fiskal terus dilakukan,” ungkap Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

(fad)

No more pages