Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Harga Minyak Tetap Menguat
News
22 April 2026 06:45

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia mempertahankan penguatan selama dua hari berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Meski demikian, pasar tetap tegang karena perundingan damai menemui jalan buntu dan blokade di Selat Hormuz masih memutus arus pengiriman minyak.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$90 per barel, setelah melonjak hampir 10% dalam dua sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent ditutup sedikit di bawah US$99. Trump menyatakan pada Selasa bahwa AS akan menahan serangan baru, namun tetap memblokade kapal-kapal yang terkait dengan Iran hingga "diskusi selesai, bagaimanapun hasilnya nanti."
Harga minyak terus bergejolak akibat perkembangan di Teluk Persia dan hampir berhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur krusial yang biasanya mengangkut seperlima aliran minyak mentah global. Volatilitas pasar kini melonjak ke level tertinggi sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 silam.
"Berita datang silih berganti dengan sangat cepat, namun distribusi minyak masih tertahan," ujar Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group. "Ketidakpastian seputar perpanjangan gencatan senjata, potensi blokade, dan peran Iran membuat pasar tetap waspada, tetapi realitanya adalah aliran pasokan tetap terhambat."






























