Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat 2 Hari Beruntun Meski Masih di Atas Rp17.100/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 April 2026 15:24

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,15% di posisi Rp17.144/US$. Penguatan rupiah sore ini menandakan hari kedua penguatannya secara beruntun di tengah potensi jeda perang antara AS dan Iran. 

Indeks dolar AS tercatat stabil di level 98,18, sementara harga minyak mentah WTI turun 1,79% ke US$88,01 per barel dan Brent turun 1,13% menjadi US$94,4 per barel pada 14:50 WIB. 

Dengan redanya lonjakan harga minyak, pergerakan mata uang kawasan cenderung beragam. Rupiah memimpin penguatan sore ini, sama dengan posisi pembukaan tadi pagi.


Setelah rupiah, menyusul dolar Taiwan menguat 0,13%, lalu won Korea Selatan 0,11%, peso Filipina 0,06%, yuan China dan offshore masing-masing 0,03% dan 0,01%. 

Sebaliknya, rupee India jatuh 0,44%, disusul dolar Singapura 0,14%, dan yen Jepang 0,11%, serta ringgit Malaysia 0,02%.