Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Sudah Nyaris Rp17.200/US$, Padahal Wajarnya Rp15.668/US$

Redaksi
17 April 2026 12:43

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahannya pada sesi perdagangan Jumat siang (17/4/2026) di tengah ketidakpastian gencatan senjata dan tekanan terhadap fiskal. 

Pada sesi siang hari perdagangan terakhir di pekan ini, rupiah kembali melemah 0,29% dan menyentuh level terendahnya sepanjang masa di Rp17.187/US$ kala gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin tidak jelas arahnya. 

Pergerakan rupiah sesi Jumat (17/4/2026) kembali melemah dan hampir menuju Rp17.200/US$. (Bloomberg)

Pergerakan rupiah hari ini menandakan pelemahannya selama tiga pekan berturut-turut. Ini menjadi sinyal bahwa faktor eksternal dan domestik saling membentuk tekanan bagi rupiah. 


Padahal, indeks dolar AS juga tak banyak berubah dan masih tertahan di 98,21. Namun, meski sudah turun, harga minyak mentah Brent masih agak tinggi bagi angka asumsi APBN RI, di posisi US$98,18 per barel. 

Kondisi penuh ketidakpastian ini serta adanya tekanan domestik membawa rupiah pada posisi rapuh.