Logo Bloomberg Technoz

Cuma 3 Mata Uang Asia yang Hijau Sore Ini, Salah Satunya Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 April 2026 15:44

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,12% di Rp17.170/US$ pada perdagangan hari ini, Senin (20/4/2026). 

Penguatan rupiah terjadi tertopang derasnya arus modal asing mengguyur pasar domestik, di tengah ketidakpastian konflik AS dan Iran. 

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir, ditutup menguat pada Senin (20/4/2026). (Bloomberg)

Sementara itu, di pasar Asia penguatan indeks dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah masih menyebabkan sebagian besar mata uang kawasan melemah. Hanya dolar Taiwan, peso Filipina, dan rupiah yang mampu bertahan di jalur hijau.

Pergerakan mata uang kawasan di tengah kembali naiknya indeks dolar dan harga minyak. (Bloomberg)

Tertopang Modal Asing

Para pemilik modal sepertinya terus memburu instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang frekuensi lelangnya bertambah menjadi dua kali dalam sepekan sejak Februari. Dalam lelang SRBI pada Jumat (17/4/2026), total penawaran yang masuk mencapai Rp50 triliun, meski BI hanya menyerap Rp19 triliun.