Kuncinya, tambah Maley, adalah apakah Selat Hormuz dapat segera dibuka kembali. Perkembangan terbaru seputar perang Iran ini "menunda kemungkinan tersebut."
Gencatan senjata antara Iran dan AS semula dijadwalkan berakhir hari Rabu, namun Trump menyatakan pada Selasa bahwa ia akan memperpanjang damai tersebut hingga Iran mengajukan proposal baru. Meski demikian, Trump menegaskan AS akan tetap melanjutkan blokade di Selat Hormuz.
Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide, menilai lonjakan harga minyak merupakan reaksi atas meningkatnya skeptisisme terhadap kesepakatan damai. Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pasar "tetap rentan terhadap ketidakpastian geopolitik."
Para pelaku pasar juga memantau testimoni Kevin Warsh, calon pimpinan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pilihan Trump, di hadapan Komite Perbankan Senat. Warsh berulang kali berjanji untuk bertindak independen jika dikonfirmasi sebagai Gubernur The Fed berikutnya, menepis kekhawatiran Partai Demokrat bahwa ia hanya akan menjadi "boneka." Dalam testimoninya, Warsh menekankan bahwa kenaikan harga yang cepat masih menjadi masalah bagi warga Amerika.
José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, mencatat bahwa Warsh menunjukkan "sikap hawkish" selama persidangan. “Pendapatnya bahwa kesalahan kebijakan bank sentral pascapandemi secara langsung meningkatkan tekanan harga jauh di atas target institusi semakin menempatkannya sebagai pejuang inflasi yang tidak ragu memperketat kondisi keuangan,” kata Torres.
Sementara itu, data Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel melonjak 1,7% pada bulan Maret, kenaikan tertinggi dalam setahun. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan belanja bensin sebesar 15,5% akibat perang Iran yang mendorong harga bahan bakar ke level tertinggi sejak 2022. Jika mengesampingkan belanja bensin, penjualan hanya naik 0,6%.
Musim laporan laba perusahaan terus berlanjut. Saham UnitedHealth Group Inc melonjak 7,0% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut menaikkan proyeksi labanya. Sebaliknya, Alaska Air Group Inc anjlok 4,8% setelah menunda panduan laba tahunan dan memprediksi kerugian kuartal kedua yang lebih dalam dari perkiraan pasar.
Saham Apple Inc turun 2,5% setelah mengumumkan bahwa Tim Cook akan mundur dari jabatan CEO pada September mendatang. John Ternus akan ditunjuk sebagai penggantinya. Di sisi lain, Amazon.com Inc. naik 0,7% setelah mengumumkan investasi tambahan sebesar US$5 miliar di perusahaan AI, Anthropic PBC.
(bbn)































