“Contohnya misalnya apakah plastik bisa diubah menjadi kemasannya botol atau bisa diganti dari dulunya split dibuat menjadi kemasannya kertas atau karton. Aturan ini, kalau kita tidak mengubahnya, akan memengaruhi harga obat karena sekitar 30 persen dari kemasan itu memengaruhi harga obat. Jadi kalau kita bisa mempermudah di sini tentu itu bisa mengurangi. ,” tambahnya.
“Kedua, ketersediaan bahan apa yang kita atur kita sudah WHO Listed Authority tadi sangat diapresiasi sama Komisi IX, karena ini kita negara berkembang pertama yang mendapat posisi ini,’ terang Taruna.
Taruna juga mengutarakan stok obat-obatan RI masih aman dalam enam bulan ke depan di tengah konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung.
“Jadi dua strategi itu akan saya yakin bisa mengontrol harga obat kita at least sampai akhir tahun, karena sampai 6 bulan ke depan kita masih aman. Tentu, tahap berikutnya, kalau perang ini berlanjut, kita akan melakukan strategi itu untuk melindungi rakyat kita, supaya harganya tidak naik,” kata Taruna.
(spt)






























