Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Beber Alasan Pemerintah Naikkan Harga LPG Nonsubsidi

Pramesti Regita Cindy
20 April 2026 17:00

Pekerja menanta tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menanta tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan alasan pemerintan memutuskan untuk menaikkan harga gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi. 

Dia menegaskan kebijakan harga untuk LPG dibedakan secara tegas antara yang disubsidi dan nonsubsidi. Untuk LPG subsidi, yakni tabung 'Gas Melon' 3 kg, pemerintah mematok harganya untuk menaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, untuk LPG nonsubsidi harganya akan mengikuti mekanisme pasar.


"Saya katakan bahwa kita mengatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya enggak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara itu, [LPG] yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur [menahan] harganya, dia menyesuaikan dengan harga pasar," kata Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Pekerja menanta tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bahlil mengungkapkan penetapan harga LPG nonsubsidi sejatinya berpatokan pada harga acuan minyak global seperti Saudi Aramco. Dengan demikian, jika harga global turun, harga LPG nonsubsidi juga berpeluang ikut turun.