Selain BBM, Pengendalian Subsidi LPG Jadi Isu Saat Rupiah Lesu
Sabrina Mulia Rhamadanty
25 May 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengendalian subsidi Gas Melon atau LPG 3 Kg dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah di tengah kecenderungan pelemahan kurs rupiah, lantaran mayoritas gas minyak cair di Tanah Air masih berasal dari impor.
Hal ini tecermin dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menunjukkan bahwa hingga Februari 2026, proporsi impor LPG Indonesia melonjak menjadi 83,97% dari total kebutuhan nasional.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang sudah dijanjikan tidak akan naik harga hingga akhir tahun ini, harga LPG 3 Kg masih berpotensi mengalami penyesuaian.
“LPG belum ada janji dari pemerintah tidak naik, jadi ada potensi itu [kenaikan harga LPG bersubsidi],” ujarnya saat dihubungi, Senin (25/5/2026).
Bhima menambahkan jenis impor LPG atau substitusi pengganti gas alam tersebut lebih terbatas dibandingkan dengan BBM, meskipun saat ini pemerintah tengah mewacanakan masifikasi gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) berkapasitas 3 kg.































