Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Fluktuatif Imbas Ketidakpastian Arah Damai AS-Iran

Muhammad Julian Fadli
20 April 2026 13:18

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,16% di posisi 7.621 pada jeda Sesi I, Senin (20/4/2026).  Ketidakpastian arah konflik Timur Tengah jadi pemberat IHSG.

Sepanjang perdagangan, IHSG melaju dengan volatilitas tinggi sejak pembukaan dengan sempat ada di zona merah dan hijau dengan sangat cepat. Rentang pergerakan terjadi di rentang 7.692 sampai dengan terendahnya 7.617.

IHSG Penutupan Sesi I pada Senin 20 April 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp9,37 triliun dari 24,49 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi terjadi 1,51 juta kali jual–beli. Tercatat ada penguatan 289 saham, dan 365 saham melemah. Sisanya 162 saham stagnan.


Saham–saham kesehatan, saham keuangan, dan saham properti menjadi sebab pembalikan arah IHSG dengan melemah 1,08%, 0,88%, dan 0,73%.

Sejumlah saham LQ45 menjadi pemberat IHSG antara lain adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 4,93%, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 3,91%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 2,94%.