Logo Bloomberg Technoz

Saham HSC Bisa Terdepak dari Deretan Indeks Likuid

Muhammad Fikri
22 April 2026 14:35

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan, saham dengan konsentrasi pemegang saham tertentu atau high shareholder concentration (HSC) akan menjadi dasar masuk atau tidaknya saham tersebut sebagai konstituen sejumlah indeks paling likuid.

"Betul, HSC menjadi penilaian untuk rebalancing Indeks LQ45, IDX80 dan IDX30," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Selasa (22/4/2026).

Rebalancing indeks tersebut akan berlaku efektif pada 4 Mei 2026.


Irvan menuturkan, setidaknya ada delapan poin yang menjadi pertimbangan untuk menentukan HSC. Berikut rincian poin-poin tersebut.

  1. High Shareholding Concentration (HSC) List merupakan pengumuman yang diberikan oleh BEI dan KSEI atas saham yang terindikasi mempunyai konsentrasi kepemilikan oleh sejumlah investor yang terbatas.
  2. HSC ditentukan oleh Komite khusus yang terdiri dari BEI dan KSEI yang memperhatikan dari aspek pengawasan, perusahaan tercatat dan para pemegang sahamnya.
  3. Tujuan dari HSC adalah untuk meningkatkan transparansi kepada publik atas informasi konsentrasi Perusahaan Tercatat.
  4. Proses flow Penentuan HSC dimulai dengan Trigger Factor, HSC Checking sampai dengan pengumuman.
  5. Dalam Trigger Factor process, Saham yang terkena Trigger Factor yang ditentukan oleh Komite HSC akan ditindaklanjuti dengan assessment shareholding structure. Adapun trigger factor memperhatikan beberapa aspek seperti volatilitas harga, aspek pengawasan, likuiditas, dan lain-lain.
  6. Dalam hal Saham terindikasi memiliki HSC, maka BEI akan mengumumkan kepada Publik
  7. Perusahaan Tercatat dapat memperbaiki kondisi struktur pemegang saham dari HSC dengan melakukan improvement antara lain refloat, corporate action dan lain-lain.
  8. BEI akan kembali melakukan pengumuman (recovery announcement) kepada publik ketika Perusahaan Tercatat sudah terbukti tidak lagi memiliki konsentrasi dalam kepemilikan sahamnya