Logo Bloomberg Technoz

Mengukur Penurunan Bobot & Outflow Asing Usai Evaluasi MSCI

Nyoman Ary Wahyudi
22 April 2026 08:33

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah analis memastikan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Market bakal susut selepas risiko beberapa saham konglomerasi didepak dari indeks global tersebut.

Co-Founder of Alphagate Capital & Former Chief Indonesia Strategist of J.P. Morgan Henry Wibowo menerangkan penurunan bobot itu bakal diikuti dengan risiko keluar dana asing yang signifikan dari pasar modal domestik.

Kendati, kata Henry, pasar telah mengantisipasi keluarnya sejumlah saham konglomerasi dengan konsentrasi kepemilikan tersebut jauh-jauh hari.


“Pembekuan lanjutan terkait inklusi dalam rebalancing bulan Mei mendatang sudah sangat diantisipasi dan telah tercermin dalam level pasar saat ini,” kata Henry saat dihubungi, Rabu (22/4/2026).

Di sisi lain, Henry menambahkan, terdapat kemungkinan penurunan bobot atau downweight untuk sejumlah saham dengan free float riil yang lebih rendah lewat adopsi data pemegang saham 1% yang baru diungkap regulator.