Logo Bloomberg Technoz

Dolar Sudah Melemah, Tapi Rupiah di Luar Negeri Masih Rapuh

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 April 2026 08:10

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) fluktuatif di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah dan munculnya pandangan dari S&P Global Ratings soal ketahanan dan kualitas kredit Indonesia. 

Pada pembukaan perdagangan offshore hari ini rupiah dibuka stagnan dengan perubahan 0,01% ke Rp17.163/US$, tak berselang lama rupiah melorot 0,18% ke titik terendahnya di level Rp17.192/US$. 

Pada 07.15 WIB, rupiah menyisakan pelemahan 0,05% ke posisi Rp17.172/US$. 

Pergerakan rupiah offshore fluktuatif dan kembali menyentuh level terendahnya sepanjang masa pada Kamis (16/4/2026). (Bloomberg)

Di tengah kabar adanya perpanjangan masa gencatan senjata antara AS dan Iran, indeks dolar AS melanjutkan pelemahannya selama lima hari beruntun. 

Begitu juga dengan harga minyak mentah jenis Brent kembali jinak ke level US$94,5 per barel.