AS dan Iran Jajaki Perpanjangan Gencatan Senjata Selama 2 Minggu
News
16 April 2026 06:50

Salma El Wardany dan Eric Martin - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang masa gencatan senjata—yang dijadwalkan berakhir pada Selasa depan—selama dua minggu. Langkah ini diambil guna memberikan waktu lebih bagi kedua belah pihak untuk merundingkan kesepakatan damai permanen.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, para mediator sedang berupaya menyusun pertemuan teknis guna menyelesaikan poin-poin paling krusial, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan program pengayaan nuklir Iran. Jika pembicaraan teknis ini berhasil, maka jalan menuju negosiasi tingkat tinggi antar pejabat senior kedua negara akan terbuka lebar.
Namun, hingga kini belum ada jaminan bahwa gencatan senjata tersebut akan benar-benar diperpanjang. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa Washington belum memberikan persetujuan resmi terkait usulan tersebut. Sementara Kementerian Luar Negeri Iran tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Meskipun ketegangan masih tinggi, baik AS maupun Iran dikabarkan sama-sama tidak menginginkan kembalinya pertempuran fisik. Presiden AS Donald Trump tampak meredam kekhawatiran akan pecahnya kembali perang. Dalam wawancara dengan Fox Business pada Selasa (14/4), Trump menyebut bahwa perang yang telah berlangsung hampir tujuh minggu tersebut "hampir berakhir."



























