Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia Bersiap Menguat Berkat Sinyal Damai AS-Iran

News
16 April 2026 07:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Kamis (16/4). Sentimen positif ini mengekor reli di Wall Street yang dipicu oleh optimisme terkait potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta laporan laba perusahaan yang solid.

Kontrak berjangka indeks ekuitas untuk Jepang dan Hong Kong menunjukkan penguatan di pembukaan, sementara pasar Australia terpantau stabil. Sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 ditutup pada rekor tertinggi. Saham sektor keuangan, yang dipimpin oleh Bank of America Corp dan Morgan Stanley, melonjak setelah membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi. Di sisi lain, harga minyak bergerak turun tipis di awal perdagangan Asia, sementara emas sedikit menguat setelah sempat merosot lebih dari 1% pada hari Rabu.


Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, AS dan Iran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna memberikan waktu lebih bagi negosiasi perdamaian. Kabar ini berhasil meredam kekhawatiran pelaku pasar akan meletusnya kembali pertempuran, meskipun ketegangan di Selat Hormuz masih berlanjut.

Reli saham global saat ini menandai pembalikan tajam dari aksi jual besar-besaran bulan lalu, yang sempat mendorong indeks Nasdaq 100 ke zona koreksi teknis. Kini, investor kembali masuk ke pasar saham meski ketidakpastian perang masih membayangi. Meredanya tensi di Timur Tengah, ditambah dengan antusiasme terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) serta kinerja laba yang tangguh, membuat banyak analis mulai mengurangi sikap skeptis mereka.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)