Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, pembayaran akan dilakukan lewat contigent cash consideration dengan nilai maksimum hingga US$550 juta yang akan dibayarkan secara tahunan selama periode lima tahun.

Pembayaran ini bergantung pada rata-rata harga harian indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) yang harus melebihi batasan tertentu.

Merujuk pada porsi kepemilikan ACL sebesar 47,99%, AADI diperkirakan akan meraup total dana segar hingga US$1,2 miliar.

Nilai tersebut terdiri dari pembayaran tunai di muka sekitar US$888 juta dan potensi pembayaran bersyarat mencapai US$264 juta dalam lima tahun ke depan.

Investment Analyst Stockbit Everson Sugianto menilai transaksi ini sangat positif bagi AADI dari sisi valuasi maupun potensi pengembalian kepada pemegang saham. 

Stockbit mencatat beberapa poin krusial yang menjadikan divestasi ini menarik; yakni mengenai valuasi penjualan yang fantastis. Transaksi ini mengimplikasikan valuasi minimum sebesar 51 kali price to earnings (P/E) jika hanya memperhitungkan upfront cash.

“Angka ini jauh melampaui valuasi AADI saat ini yang berada di kisaran 6x P/E 2025.” tulisnya Everson

Selain itu, mengenai dampak laba yang minim, kontribusi dari Kestrel terhadap pendapatan AADI juga tergolong kecil, hanya sebesar US$17,3 juta atau setara 2% dari total laba bersih perseroan.

Adapun potensi keuntungan divestasi AADI minimal sebesar US$152 juta atau sekitar 20% dari laba bersih 2025 hanya dari pembayaran di muka. Jika terpenuhi, keuntungan melebar hingga US$416 juta.

Salah satu poin yang paling disoroti pasar adalah peluang pembagian dividen spesial. Mengingat minimnya rencana belanja modal (capex) dan ekspansi besar AADI dalam waktu dekat, dana segar hasil penjualan Kestrel ini berpeluang besar dialokasikan sebagai dividen.

"Jika seluruh upfront cash considerations dibayarkan sebagai dividen, nilai yang dibayarkan mencapai sekitar Rp1.938 per saham. Angka ini setara dengan dividend yield sebesar 19% berdasarkan harga saham per Selasa (14/4), di luar dividen reguler dari operasional," tutup Everson

(fik/naw)

No more pages