Logo Bloomberg Technoz

Kapasitas Pembangkit Listrik April 2026 108 GW, Batu Bara 56%

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 June 2026 17:50

Pasokan batu bara di dekat pabrik utama Sasol Ltd. yang menggunakan gasifikasi untuk membuat bahan bakar di Secunda, Afrika Selatan./Bloomberg-Waldo S
Pasokan batu bara di dekat pabrik utama Sasol Ltd. yang menggunakan gasifikasi untuk membuat bahan bakar di Secunda, Afrika Selatan./Bloomberg-Waldo S

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang pembangkit per April 2026 mencapai 108 gigawatt (GW), dari besaran itu porsi listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara mendominasi dengan porsi 56% atau sebesar 60,53 GW.

Secara keseluruhan, porsi pembangkit listrik dari energi fosil mencapai 91,58 GW atau setara 85% dari total kapasitas terpasang sebesar 108 GW.

Sementara porsi pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT) per April 2026 tercatat hanya 15% atau sebesar 16,26 GW.


"Kalau kita dilihat dari jenis energi yang digunakan, pembangkit listrik masih didominasi energi fosil sebesar 91,58 GW atau 85%, dengan rincian batu bara 56%, gas 23%, dan BBM 6%," kata Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Kamis (4/6/2026).

Selain pembangkit batu bara, Tri menjelaskan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) mencapai 24,72 GW atau 23%, dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 6 GW atau 6%.