Logo Bloomberg Technoz

57% Listrik dari Batu bara, APBI Pertanyaan Efektivitas DMO

Sabrina Mulia Rhamadanty
05 June 2026 09:20

Batubara dipindahkan menggunakan ban berjalan di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri
Batubara dipindahkan menggunakan ban berjalan di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyebut 57% sumber listrik Indonesia hingga saat ini masih berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

Menurut Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani, pemenuhan kapasitas pembangkit ini didorong dengan adanya Domestic Market Obligation (DMO) batu bara yang telah diterapkan sejak 2009. 

“Hari ini, 57% listrik Indonesia masih dipasok oleh pembangkit listrik tenaga batu bara. Jadi, ketika kita berbicara tentang DMO, kita tidak berbicara tentang produsen, kita berbicara tentang ketersediaan listrik, keterjangkauan, dan keamanan energi nasional,” ungkap dia dalam agenda Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta, Kamis (5/6/2026).


Gita menambahkan bahwa peningkatan terhadap DMO juga terjadi pada tahun 2020 dengan kapasitas 25% dari total produksi penambang yang harus disetorkan untuk PLN. 

“Dalam beberapa tahun terakhir, juga meningkat [kapasitas DMO], sekitar 25% produksi untuk DMO. Untuk sisi industri, posisi kami adalah untuk mematuhi peraturan yang berlaku,” tambahnya.