Logo Bloomberg Technoz

Hingga Kini, ESDM Sudah Restui 210 Juta Ton RKAB Nikel 2026

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 April 2026 20:30

Peralatan berat di tambang nikel terbuka Moa di Moa, Kuba./dok. Bloomberg
Peralatan berat di tambang nikel terbuka Moa di Moa, Kuba./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan hingga saat ini sudah merestui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) komoditas nikel sebesar 210 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan proses persetujuan RKAB nikel masih terus berlanjut, tahun ini kuota produksi nikel nasional dalam RKAB 2026 ditargetkan mencapai sekitar 260 juta ton.

"[Kuota produksi dalam RKAB 2026 sekitar] 260-an [juta ton]. [Saat ini sudah direstui sekitar] 210-an [juta ton]," kata Tri ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).


Adapun, kuota kumulatif produksi bijih nikel dalam RKAB tahun ini sebelumnya direncanakan di rentang 260 juta ton sampai 270 juta ton. Target tersebut merosot lebar jika dibandingkan dengan produksi dalam RKAB tahun sebelumnya sebanyak 379 juta ton.

Dalam kesempatan lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tengah mempertimbangkan untuk memberikan relaksasi yang terukur terhadap kuota produksi dua komoditas unggulan Indonesia; nikel dan batu bara.