Logo Bloomberg Technoz

Keputusan FTSE: Empat Emiten Indonesia Keluar Indeks

Redaksi
23 May 2026 08:04

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hasil terbaru pemeringkatan dari salah satu index provider global, FTSE Russell, menyatakan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) keluar dari daftar emiten berkapitalisasi besar. Tiga emiten lain di kasta Micro Cap juga hengkang.

Berdasarkan pengumuman yang dipublikasikan, FTSE Russell mendepak perusahaan yang terafiliasi dengan grup bisnis Sinarmas ini karena tidak memenuhi batas minimal saham beredar atau free float.

DSSA juga telah masuk daftar pengawasan khusus dan mencatat konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC), dikutip dari Quarterly Review  FTSE Global Equity Index Series, dikutip Sabtu (23/5/2026).


Selain DSSA tiga perusahaan yang terdampak adalah  PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Ketiganya dikeluarkan dalam daftar perhitungan Micro Cap.

Daaz Bara Lestari tak memenuhi minimal saham beredar atau dimiliki publik yang telah diwajibkan  sebelumnya. Sementara Hillcon dan Mulia Industrindo FTSE nilai karena keduanya masuk daftar pengawasan atau pemantauan khusus regulator di pasar modal.