Logo Bloomberg Technoz

Hingga Kini, ESDM Sudah Restui 580 Juta Ton RKAB Batu Bara 2026

Sultan Ibnu Affan
06 April 2026 10:30

Flames rise from a heap of red hot coke coal./Bloomberg-Andrey Rudakov
Flames rise from a heap of red hot coke coal./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat telah menyetujui sekitar 580 juta ton produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 per hari ini, Senin (6/4/2026).

Sumber Bloomberg Technoz di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM menyatakan hingga saat ini proses persetujuan RKAB batu bara masih berlangsung dan diharapkan dapat segera rampung seluruhnya.

Terkait dengan RKAB perusahaan batu bara yang masih dalam proses persetujuan, Ditjen Minerba memastikan relaksasi produksi sebesar 25% dari target RKAB lama sudah tidak berlaku lagi.


"Sesuai regulasi, hanya sampai 31 Maret. [...] Jika tidak memiliki RKAB, mereka harus berhenti coal atau mineral getting ya," ujar sumber yang tidak berkenan disebutkan namanya tersebut.

Kementerian ESDM sebelumnya berwacana memangkas target produksi batu bara pada tahun ini di dalam RKAB 2026. Produksi batu bara pada RKAB 2026 ditargetkan sekitar 600 juta ton, turun dari realisasi produksi pada 2025 sebanyak 790 juta ton.