Logo Bloomberg Technoz

Harga Bahan Baku Melejit, Saham Emiten Plastik Berguguran

Muhammad Julian Fadli
07 April 2026 15:05

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga bahan baku bijih plastik di pasar global mencetak rekor tertinggi, yang berefek negatif langsung ke pergerakan saham–saham berbisnis plastik kemasan dan turunannya hingga perdagangan Selasa (7/4/2026). 

Pada perdagangan Sesi II siang hari ini, harga saham Industri bahan baku plastik utama, emiten PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) turun dalam mencapai 4,88% menyentuh posisi Rp428/saham, terlebih FPNI merupakan bagian dari Lotte Chemical Corp (Korea), perusahaan produsen bahan dasar kemasan, pipa, hingga kantong plastik.

Harga Komoditas Nafta (Naphta/Naphtha) hingga Selasa 7 April 2026 (Bloomberg)

Kemudian, saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turun 3,65% di posisi Rp2.110/saham, yang merupakan emiten produsen bahan bangunan berbasis plastik– seperti lembaran dinding kembar PP, kompon vinil food grade, lembaran plastik bangunan solid, lembaran polikarbonat, atap vinil, lembaran polikarbonat timbul, dan lainnya.


Emiten produsen dan distributor plastik, saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) melemah 2,84% menjadi Rp515/saham. Perusahaan memproduksi plastik yang terbuat dari PP, HDPE, dan PE, dengan brand terkenal seperti Tomat, Bengkuang, Wayang, dan Sparta.

PT Berlina Tbk (BRNA) yang aktif beroperasi di bidang industri kemasan plastik, dengan kepemilikan 7 pabrik, termasuk 1 pabrik di luar negeri, harga sahamnya juga melemah 0,75% di posisi Rp660/saham, terlebih pagi tadi sempat amblas menyentuh Rp625/saham.