Rupiah Dibuka Melemah, Masih di Atas Rp17.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
07 April 2026 09:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot cenderung melemah pada Selasa (7/4/2026). Rupiah dibuka melemah 0,07% di Rp17.050/US$ kemudian terdepresiasi lebih dalam ke Rp17.072/US$.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama bertahan di level 100, begitu juga minyak jenis Brent masih di level US$109 per barel, diikuti oleh minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$113 per barel, setelah menguat 0,08% pada Senin.
Dari kawasan, mata uang Asia mayoritas bergerak di zona merah. Baht Thailand memimpin pelemahan dengan turun 0,29%, disusul won Korea Selatan 0,26%, dan ringgit Malaysia 0,24%, lalu peso Filipina 0,24%, serta rupiah, 02%.
Sementara, hanya dolar Taiwan, yuan China, dan dolar Hong Kong yang terpantau menguat terbatas masing-masing 0,05%, 0,03%, dan 0,01%.
Harga minyak masih menekan pasar kawasan dengan bertahan di level tertinggi sejak Juni 2022, setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur utama Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi sebelum tenggat Selasa hari ini waktu setempat (7/4/2026).



























