Logo Bloomberg Technoz

BEI Minta Emiten Kepemilikan Konsentrasi Mulai Distribusi Saham

Muhammad Fikri
07 April 2026 10:50

Pj Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pj Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) untuk mendistribusikan saham ke publik.

Pjs. Direktur Utama BEI Jeffry Hendrik berharap pengungkapan daftar HSC dapat mendorong emiten terkait untuk melonggarkan kepemilikan publik sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar.

“Dengan pengumuman itu tentu kami harapkan perusahaan tercatat akan melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk melakukan distribusi saham yang lebih baik kepada publik sehingga tidak lagi terkonsentrasi,” kata Jeffry di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, (5/4/2026).


Di sisi lain, dia menuturkan, daftar emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi itu hanya bersifat informasi kepada investor. Pengungkapan itu tidak terkait dengan potensi sanksi.

High shareholding concentration itu by nature bukanlah sanksi, bukan bentuk pelanggaran. Ini semata-mata sebagai informasi kepada investor,” kata Jeffrey.