Logo Bloomberg Technoz

Daftar Komoditas Paling Terimbas Penutupan Hormuz: Tak Cuma Migas

Sultan Ibnu Affan
07 April 2026 10:00

Uap mengepul dari unit produksi amonia baru yang sedang diuji di sebuah pabrik pupuk./Bloomberg- Andrey Rudakov
Uap mengepul dari unit produksi amonia baru yang sedang diuji di sebuah pabrik pupuk./Bloomberg- Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menempatkan dunia dalam posisi rentan. Bukan semata karena eskalasi militernya, tetapi karena lokasi konflik berada di titik paling sensitif dalam rantai pasok global: Selat Hormuz.

Selat sempit ini mungkin terlihat kecil di peta, tetapi fungsinya luar biasa besar. Dia adalah jalur utama distribusi energi dan berbagai komoditas penting dunia.

Berdasarkan laporan terbaru Congressional Research Service (CRS) AS, setidaknya sekitar 38% perdagangan minyak dunia disitribusikan lewat selat tersebut, atau setara sekitar 20 juta barel per hari (bph).


Kemudian, lebih dari 75% kapasitas produksi minyak mentah cadangan (standby), dan sekitar 11% kapasitas pengilangan bermuara dari wilayah itu.

Sebanyak 20% ekspor produk minyak dunia juga berasal dari negara-negara kawasan tersebut.

Jalur dagang di Selat Hormuz dan Bab El-Mandeb./dok. Bloomberg