Logo Bloomberg Technoz

OJK Klaim Dampak Langsung Perang AS-Iran ke Perbankan RI Terbatas

Pramesti Regita Cindy
06 April 2026 15:20

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. (Tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. (Tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dampak konflik geopolitik Timur Tengah terhadap perbankan Indonesia tidak berdampak secara langsung. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae merespons perihal potensi adanya kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di tengah eskalasi konflik AS-Israel dan Iran terhadap sektor yang terdampak langsung oleh kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.

Menurut Dian, hal tersebut tidak banyak berdampak kepada kondisi perbankan dalam negeri, khususnya terhadap permodalan perbankan. Meski demikian dia tetap menekankan adanya sejumlah risiko yang ditanggung di dalam negeri, dampak dari eskalasi tersebut. 


"Yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa sistem perekonomian yang terbuka atau open economy dewasa itu tentu menjadikan kondisi ekonomi Indonesia itu sangat dipengaruhi oleh situasi dan ketidakpastian yang terjadi secara global ya, dan kita tahu persis bahwa konflik ini berdampak signifikan terhadap geopolitik dan geokonomi secara global," tegas Dian dalam RDKB OJK, Senin (6/4/2026). 

Di samping itu, penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran juga dapat memicu lonjakan harga komoditas energi. Sehingga hal tersebut juga diprediksi dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi dalam negeri.