Krisis Energi, Inflasi Filipina Tertinggi dalam 2 Tahun
News
07 April 2026 11:10

Andreo Calonzo dan Ditas B Lopez - Bloomberg News
Bloomberg, Angka inflasi di Filipina melonjak tajam pada bulan Maret, mencatatkan level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh pecahnya perang Iran yang menghambat pasokan energi dan mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Otoritas Statistik Filipina pada Selasa (7/4) melaporkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) melesat 4,1% dibandingkan tahun lalu (YoY). Angka ini melampaui estimasi rata-rata sebesar 3,8% dalam survei Bloomberg News, serta jauh di atas catatan inflasi Februari yang berada di angka 2,4%.
Sebagai negara Asia Tenggara yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah, Filipina sangat rentan terhadap dampak perang Iran. Harga minyak dunia terus meroket setelah Iran memperketat kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz yang vital, memaksa negara-negara seperti Filipina untuk berebut mengamankan pasokan.
Bank sentral Filipina, Bangko Sentral ng Pilipinas, menyatakan bahwa inflasi kemungkinan besar akan menembus batas atas target mereka sebesar 4% tahun ini. Meski demikian, dalam rapat di luar jadwal bulan lalu, bank sentral tetap mempertahankan suku bunga acuannya. Mereka menilai bahwa kebijakan moneter memiliki "efektivitas yang terbatas" dalam menghadapi guncangan pasokan.






























