Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Loyo, Avtur Melonjak & Ancaman Krisis Industri Penerbangan

Sultan Ibnu Affan
07 April 2026 11:00

Ilustrasi Pengisian Avtur (Dok. Pertamina)
Ilustrasi Pengisian Avtur (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri penerbangan nasional saat ini tengah dihadapkan pada tekanan berlapis yang belum pernah sebelumnya; mulai dari adanya kenaikan biaya bahan bakar avtur hingga pelemahan rupiah, sebagai imbas dari konflik geopolitik.

Berdasarkan laporan terbaru SEAI Working Paper–24 yang dirilis hari Selasa (7/4/2026), kombinasi kenaikan harga avtur dan tekanan mata uang itu menciptakan krisis struktural bagi maskapai.

"Krisis Selat Hormuz membawa industri penerbangan nasional Indonesia ke dalam masalah yang sangat sulit,” tulis laporan tersebut.


"Apalagi, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang menjadikan konektivitas udara menjadi urat nadi ekonomi yang menghubungkan pusat pertumbuhan dengan wilayah terpencil."

Dalam ekonomi penerbangan, lanjut laporan itu, struktur biaya dibagi menjadi biaya tetap atau fixed costs dan biaya variabel atau variable costs. Avtur merupakan komponen biaya variabel terbesar yang menyumbang hingga 35% dari total operasional.