Program MBG Picu Defisit APBN Q1-2026 Melebar Jadi 0,93% PDB
Mis Fransiska Dewi
07 April 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi salah satu pendorong utama kenaikan belanja pemerintah di awal tahun hingga menorehkan defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun pada kuartal I-2026. Defisit itu setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Defisit APBN mencatatkan rekor tertinggi pada kuartal I-2026 dibanding kuartal pertama pada dua tahun sebelumnya, imbas belanja pemerintah yang jor-joran.
Jika dibanding kuartal pertama pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi APBN tercatat surplus pada bulan-bulan pertama, meski surplus semakin menipis dari waktu ke waktu, seperti pada kuartal I-2024 APBN surplus Rp8,1 triliun atau 0,04% PDB.
Kemudian pada kuartal I-2025, defisit APBN terjadi dengan cepat, yakni mencapai Rp104,2 triliun atau 0,43% PDB. Defisit ini terjadi karena penerimaan negara terkontraksi sedangkan belanja negara terus bergulir.
”Belanja yang sudah tereksekusi dengan baik, terutama MBG, sekarang sudah berjalan lebih cepat dibandingkan tahun lalu,” kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (6/4/2026).






























