Minyak Rawan ke US$200/Barel, RI Didesak Siapkan Paket Kebijakan
Pramesti Regita Cindy
07 April 2026 11:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kalangan ekonom meminta pemerintah untuk bersiap menyiapkan berbagai paket kebijakan bilamana harga minyak dunia pada akhirnya melonjak mendekati level US$200/barel akibat eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Meski harga minyak dunia di level US$200/barel merupakan skenario yang ekstrem, ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi meyakini potensi tersebut bisa saja terjadi apabila gangguan di Selat Hormuz berlarut dan pasokan komoditas fisik terus menyusut.
"Dalam situasi seperti itu, opsi yang paling rasional bukan satu kebijakan tunggal, melainkan [menyiapkan] paket kebijakan," kata Syafruddin kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/4/2026).
Langkah awal yang perlu dilakukan, kata dia, adalah dengan memperdalam refocusing belanja, memperkuat penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) komoditas, serta menyiapkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai bantalan darurat.
Jika tekanan tetap sangat tinggi, Syafruddin lantas meminta pemerintah untuk lebih berani menjalankan penyesuaian harga yang lebih terarah, misalnya dengan menjaga subsidi penuh untuk kelompok rentan dan sektor produktif, lalu membatasi kompensasi bagi kelompok yang lebih mampu.




























