"Risiko-risiko ini nyata, tetapi dapat dikelola jika perusahaan, regulator, dan pemerintah bersiap," tulisnya.
JPMorgan sendiri telah mengalokasikan investasi besar untuk pengembangan teknologi pada tahun 2026, dengan anggaran yang mencapai hampir US$19,8miliar, termasuk untuk AI, infrastruktur data, dan komputasi awan.
Lebih jauh, Dimon bahkan menyebut bahwa dampak AI tidak hanya terbatas pada sektor perbankan, tetapi juga dapat membawa perubahan besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan kualitas hidup manusia.
Dimon memperkirakan AI berpotensi membantu penemuan medis, termasuk pengobatan kanker, serta meningkatkan keselamatan dan efisiensi di berbagai sektor.
Teknologi ini berpotensi meningkatkan produktivitas secara signifikan dalam jangka panjang. Namun, dirinya mengakui bahwa penerapan AI kemungkinan akan mengurangi sejumlah pekerjaan, meskipun di sisi lain membuka peluang baru di berbagai bidang.
"AI pasti akan menghilangkan beberapa pekerjaan, sementara itu meningkatkan yang lain. Perusahaan kami akan memiliki rencana definitif tentang bagaimana kami dapat mendukung dan mengerahkan kembali tenaga kerja kami yang terkena dampak,” katanya.
(red)




























