RI Pastikan Harga BBM Tak Naik, Ekonom Bicara Dampak ke APBN
Mis Fransiska Dewi
31 March 2026 15:06

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintahmemastikan bahwa PT Pertamina (Persero) tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi pada April 2026. Hal ini dilakukan meski harga minyak dunia telah melonjak signifikan imbas eskalasi antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Ekonom memperkirakan beban belanja subsidi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan membengkak signifikan, jika pemerintah tak menaikkan harga BBM bersubsidi. Pada akhirnya, tekanan terhadap fiskal menjadi semakin besar dan sensitif terhadap gejolak global.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 1,9% menjadi US$104,88/barel. Sementara Brent untuk pengiriman Mei ditutup menguat 0,2% di level US$112,78/barel pada Senin. Sementara itu, berdasarkan tahun kalender atau year to date, rata-rata harga Brent tercatat sebesar US$76,97/barel.
“Dengan harga minyak saat ini, total beban [APBN] sangat realistis naik ke kisaran Rp400 triliun - Rp500 triliun per tahun,” kata Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman saat dihubungi, Selasa (31/3/2026).
Rizal menjelaskan kenaikan harga minyak menjadi sumber tekanan nyata bagi APBN. Dalam perhitungannya, setiap kenaikan minyak US$1/barel berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp10 triliun hingga Rp13 triliun/tahun, meskipun dampak bersihnya bisa sedikit tereduksi oleh kenaikan penerimaan negara dari sektor migas.































