Logo Bloomberg Technoz

Harga Asli Pertalite Rp12.000 Jika Minyak di Atas US$100/Barel

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 March 2026 10:30

Konsumen membeli Pertalite di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian
Konsumen membeli Pertalite di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas menilai harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite bakal melonjak hingga Rp12.000/liter jika harga minyak mentah terus berada di atas US$100/barel.

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono berpendapat, dengan tren harga minyak dunia yang terus melonjak dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendekati Rp17.000/US$, harga keekonomian Pertalite bakal tembus Rp11.500—Rp12.000 per liter.

Akan tetapi, dia memandang pemerintah bakal menahan harga BBM subsidi pada April 2026 lantaran terdapat risiko melonjaknya inflasi bulanan hingga ke level 6%—7% jika Pertalite mengalami kenaikan harga.


Terlebih, kata dia, April 2026 bertepatan dengan masa pasca-Lebaran yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi, sehingga kenaikan harga Pertalite bakal langsung memicu kenaikan harga pangan dan biaya logistik secara drastis.

“Secara teknis, jika harga minyak dunia bertahan di atas US$100, harga keekonomian Pertalite bisa menembus Rp11.500—Rp12.000. Namun, keputusan ini sepenuhnya berada di tangan politik pemerintah, mengingat dampaknya yang masif terhadap inflasi,” kata Wahyu ketika dihubungi, Selasa (31/3/2026).

Pemotor memadati SPBU Pertamina di Pangkal Pinang untuk mengisi BBM (Dimas Ardian/Bloomberg)