Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melonjak usai Trump Ancam Bom Fasilitas Energi Iran

News
31 March 2026 06:40

Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah kembali bergerak menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran. Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa perang masih jauh dari kata usai dan pasar global bersiap menghadapi kekacauan yang lebih dalam.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga 2,3% ke level US$105,21 per barel, setelah sebelumnya ditutup pada level tertinggi sejak 2022 pada perdagangan Senin. Melalui unggahan di media sosial, Trump menegaskan bahwa AS akan meledakkan pembangkit listrik, fasilitas minyak, dan "kemungkinan" infrastruktur desalinasi jika Iran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.


Konflik bersenjata ini telah melumpuhkan jalur pelayaran krusial tersebut, yang berakibat pada tersendatnya pasokan minyak mentah, gas alam, serta produk turunan seperti diesel ke pasar global. Meskipun Trump berulang kali mengklaim bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, AS justru terus mengirimkan lebih banyak pasukan ke wilayah tersebut seiring konflik yang kini memasuki minggu kelima.

"Sinyal yang muncul saat ini adalah satu langkah maju, namun lima langkah mundur dalam setiap upaya deeskalasi," ujar Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth Group. "Dengan absennya 10 hingga 12 juta barel per hari dari pasar, cadangan penyangga semakin menipis. Upaya untuk menekan harga melalui retorika semata kini menjadi kurang efektif."