Logo Bloomberg Technoz

Melansir Bloomberg News, Iran menyatakan menolak proposal gencatan senjata dari AS dan tetap melanjutkan serangan terhadap Israel serta negara-negara Arab Teluk. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi upaya Washington untuk mengakhiri perang. Kemarin, AS telah menyusun proposal perdamaian yang mencakup pembongkaran fasilitas nuklir Iran dan pembatasan rudal hanya untuk pertahanan diri. 

Teheran memiliki syarat sendiri untuk gencatan senjata, termasuk jaminan bahwa AS dan Israel tidak akan melanjutkan serangan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, serta pengakuan atas otoritasnya di Selat Hormuz. Meski begitu Presiden AS Donald Trump disebut terus mendorong pembicaraan dengan Iran untuk menghentikan konflik. 

Kondisi ini menambah beban bagi sentimen yang sudah ada. Pasar keuangan Asia merespons dengan meninggalkan fase wait and see dan mulai melakukan upaya pemenuhan kebutuhan minyak mentah bagi pasar domestiknya, sebab perang telah berlangsung selama empat pekan dan semakin menggerus cadangan energi domestik.

Jepang misalnya, melepas cadangan minyak strategisnya sebanyak 8,5 juta kiloliter dari cadangan nasionalnya. Tingkat sensitivitas Jepang terhadap kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah memang tinggi, setidaknya mencapai 95,1%. 

Sementara India yang bergantung pada pasokan Timur Tengah sebanyak 55% telah membeli sekitar 5 juta barel minyak mentah Iran, menyusul pelonggaran selama 30 hari yang diberikan AS untuk memungkinkan impor minyak Iran yang sudah dalam perjalanan. Dalam beberapa pekan terakhir, kilang-kilang India juga membeli minyak dari Rusia, dengan total lebih dari 40 juta barel, setelah pelonggaran sanksi tersebut. 

Di tengah potensi krisis energi akibat perang, dari domestik pemerintah Indonesia melakukan kajian terkait skenario penghematan energi serta anggaran. Dari kajian yang dilakukan oleh Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setidaknya sekitar Rp120 triliun anggaran yang bisa dihemat, termasuk pengurangan jumlah distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah antisipatif ini cukup menggambarkan bahwa ruang kebijakan pemerintah agaknya makin sempit di tengah tekanan eksternal saat ini. Kenaikan harga minyak tak cuma berdampak pada terkereknya inflasi, tetapi juga menekan fiskal lewat biaya subsidi energi dan kebutuhan impor yang meningkat. 

Tekanan ini juga tercermin dalam pergerakan rupiah. Pergerakan rupiah di pasar offshore pagi ini sempat stabil lalu kemudian berbalik melemah. Pelaku pasar sepertinya masih menjadikan setiap momen penguatan sebagai waktu untuk melakukan profit taking

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 26 Maret 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan hari ini. Adapun rupiah berpotensi menembus resistance terdekat di level Rp16.900/US$, dengan resistance potensial selanjutnya menuju Rp16.860/US$ usai break trendline sebelumnya.

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp16.820/US$ sebagai level paling optimistis penguatan rupiah hari ini di time frame daily.

Sebaliknya nilai rupiah memiliki level support terdekat pada level Rp16.950/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi support selanjutnya pada level Rp17.000/US$ juga sebagai support psikologis.

(dsp/aji)

No more pages