Di balik sorotan runway, Maye selama empat dekade adalah dietitian profesional dengan tiga gelar master dan satu PhD. “Saya satu-satunya dietitian di dunia yang menulis ujian registrasi di tiga negara dan tiga sistem pengukuran berbeda. Itu bentuk ketekunan yang jarang dilihat orang,” katanya.
Pengalaman itu kini menjadi inspirasi. “Ketika saya berbagi kisah ini, banyak perempuan datang dan berkata bahwa cerita saya membuat mereka berani memulai kembali… Pada usia 77, saya merasa perjalanan saya justru baru dimulai.”
Dari Titik Terendah Menuju Keteguhan
Vialina Lemann mengakui bahwa resiliensi tidak lahir dari jalan mulus.
“Ada satu periode dalam hidup saya ketika saya harus membuat keputusan besar mengenai karier dan kehidupan pribadi secara bersamaan. Saya menghadapi kritik, penilaian, bahkan keraguan dari orang-orang yang tidak memahami konteks penuh perjalanan saya,” ceritanya.
Namun justru dari titik itu ia menemukan kekuatan sejati. “Saya menyadari bahwa resiliensi terbentuk bukan karena kita tidak jatuh, tetapi karena kita memilih bangkit… Pengalaman itu membuat saya lebih tenang menghadapi tekanan, lebih matang dalam menyikapi kritik.”
Ibu Tunggal 1979 vs Era Digital: Pelajaran Kemandirian
Sebagai ibu tunggal tiga anak di akhir dekade 70-an, Maye Musk tahu betul arti kemandirian yang dipaksakan keadaan.“Secara finansial saya sering kesulitan, tetapi jauh lebih baik daripada hidup dalam ketakutan dan kekerasan. Keamanan emosional jauh lebih penting daripada gaya hidup apa pun,” tegasnya. “Saya selalu mengajarkan kepada Elon, Kimbal, dan Tosca bahwa kemandirian adalah jalan paling aman menuju masa depan.”
Sementara itu Vialina menekankan pentingnya jaringan dukungan di era sekarang. “Tidak ada yang bisa menjalani semuanya sendirian, dan tidak ada alasan untuk memaksakan diri melakukannya,” katanya.
STEM, Fashion, dan Bias yang Masih Mengintai
Maye Musk menolak anggapan bahwa perempuan “tidak pantas” di STEM. “Saya melihat langsung bagaimana Tesla, SpaceX, dan Neuralink merekrut banyak perempuan berbakat. Mereka dihargai karena keterampilan, bukan gender.”
Vialina Lemann menyoroti industri mode yang masih sarat ageism. “Inklusivitas bukan slogan; ia membutuhkan transformasi budaya perusahaan. Industri mode harus berhenti memonopoli definisi kecantikan pada usia dan bentuk tubuh tertentu.”
Tiga Prinsip Vialina Lemann untuk Perempuan Mandiri
Di akhir perbincangan, Vialina merangkum tiga prinsip inti:
1. Terus belajar – dunia berubah cepat.
2. Percaya pada diri sendiri – tidak ada keberhasilan tanpa keberanian mengambil keputusan.
3. Bangun jaringan dukungan – “Tidak ada perempuan yang berjalan sendirian menuju kemandirian.”
Maye Musk menutup dengan nada optimis khasnya: “Anda punya waktu. Jangan terburu-buru. Nikmati perjalanan Anda.”
Dua suara, dua generasi, satu pesan yang sama: ruang kepemimpinan perempuan tidak lagi soal “diizinkan” masuk, tapi soal “menciptakan dan memperluas” ruang itu sendiri.
(bbw)































