Ujian Fiskal RI, Kecanduan Mesin Perang AS & Revolusi Genomik
Bloomberg Businessweek Indonesia
10 April 2026 10:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perang yang berkecamuk di kawasan Asia Barat Daya menghadapkan banyak negara di dunia dalam situasi krisis energi juga ancaman inflasi yang tak bisa diremehkan. Bagi Indonesia, kendati memilih menahan tak mengerek harga bahan bakar minyak (BBM), tak berarti tidak ada efek sama sekali. Kondisi fiskal yang sudah rentan bahkan sebelum pecah perang, sekali lagi menghadapi tantangan besar.
Bloomberg Businessweek Indonesia Edisi April 2026 menyoroti isu ini sebagai Sorotan Utama, menggarisbawahi tantangan tak mudah pengelolaan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah juga tekanan arus keluar modal asing yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Kendati kini eskalasi mereda, akan tetapi situasi ketidakpastian diperkirakan masih akan berlanjut ketika harga minyak dunia masih jauh melampaui level asumsi makro dalam APBN 2026. Berkaca dari krisis harga minyak pada periode-periode sebelumnya, ada perbedaan kondisi fundamental yang membuat tantangan pada 2026 ini mungkin lebih berat, termasuk adanya ancaman penurunan peringkat kredit akibat pandangan akan kredibilitas fiskal yang rendah.
Masih seputar perang Iran, edisi kali ini juga mengangkat perspektif dari Bloomberg Businessweek global yang menguak temuan-temuan mengerikan di balik kecanduan Pentagon akan mesin perang berbasis kecerdasan buatan (AI Warfare), yang diyakini akan berlanjut menjadi gaya peperangan di masa depan. Perang yang disulut oleh serangan AS bersama Israel ke Iran pada akhir Februari itu juga menyodorkan fakta adanya angin segar bagi industri gas alam (LNG) Amerika Serikat yang diuntungkan dari krisis energi akibat krisis di Selat Hormuz.
Sebelum melangkah ke Sorotan Utama, pembaca terlebih dulu akan diajak menjajaki Selasar yang menghadirkan tanda tanya di balik gebrakan kebijakan pengumpulan data genom manusia RI oleh Kementerian Kesehatan. Dalam artikel Revolusi Genomik dan Risiko Kedaulatan Data Manusia RI, terkuak kekhawatiran akan keamanan data genom yang bisa menjadi senjata berbahaya di tangan yang salah.
Di Selasar, edisi kali ini juga menyoroti dampak perjanjian dagang (ART) Indonesia dengan Amerika Serikat yang dianggap berpeluang melahirkan rezim impor baru. Bagi sebagian pelaku usaha seperti pengusaha daging, perjanjian itu bisa memberi keuntungan akan kepastian berusaha. Namun, sebaliknya, bagi para petani tebu, kesepakatan yang salah satunya membidik perihal impor etanol, bisa menjadi nestapa di tengah tantangan tak mudah yang sudah sekian lama dihadapi petani dan pelaku usaha sektor pertebuan.































