Tentakel Negara Menggurita, Serbuan Baja Ilegal & 'Perang' Trump
Bloomberg Businessweek Indonesia
10 March 2026 14:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keterlibatan yang makin luas dari entitas negara dalam aktivitas ekonomi, tak hanya sebagai regulator dan fasilitator melainkan juga sebagai pelaku langsung di pasar, mewarnai tahun-tahun awal kebijakan pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Peran negara yang meluas di banyak sektor ekonomi dalam apa yang juga diindikasikan sebagai bentuk kapitalisme negara, menandai perubahan ideologi ekonomi pemerintahan yang sekian lama cenderung berkiblat pada model ekonomi pasar dengan peran negara yang relatif minimal.
Dalam eksperimentasi kapitalisme negara terkini, seberapa besar peluang keberhasilan penerapannya di Indonesia untuk mewujudkan tujuan utama yakni mensejahterakan masyarakat dan mengurangi ketimpangan -di tengah kekhawatiran banyak kalangan swasta akan tergerusnya ruang mereka karena berhadapan langsung dengan pemain negara di pasar?
Bloomberg Businessweek Indonesia edisi Maret 2026 mengangkat isu tersebut sebagai Sorotan Utama sebagai upaya menakar asa juga peluang, termasuk risiko yang mengintai dari eksperimentasi tersebut. Juga, mengapa pemenuhan syarat wajib keberhasilan state capitalism mendesak ditempuh agar Indonesia tak terjebak lagi dalam crony capitalism. Sorotan utama dihadirkan dalam tiga laporan mendalam ditambah Sudut Pandang dari ekonom yang memberi paparan akan peluang dan risiko keberhasilan Prabowonomics.
Sebelum melangkah ke rubrik Sorotan Utama, edisi terbaru Bloomberg Businessweek Indonesia akan dibuka oleh rubrik Warkah Redaksi yang menggarisbawahi posisi pandangan redaksi menyoroti warna kebijakan pemerintah yang diliputi tanda tanya akan kemana arah NKRI akan dibawa dengan visi ekonomi baru tersebut.





























