"Selain itu, kondisi fisik dan kesehatan awak kendaraan harus benar-benar dijaga agar tetap prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Dudy mengutip dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).
Selain pengawasan kepada seluruh moda transportasi, Dudy juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk. Di samping itu, ia juga menekankan menekankan pentingnya kesiapan awak kendaraan, termasuk pemenuhan waktu kerja dan istirahat untuk mencegah kelelahan.
Operator turut diwajibkan menyediakan pengemudi cadangan untuk perjalanan jarak jauh serta memastikan pengemudi beristirahat sesuai ketentuan.
"Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, operator, dan masyarakat, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," pungkasnya.
(lav)





























