Logo Bloomberg Technoz

Pertalite-Solar Dibatasi, Saham Transportasi 'Turun Mesin'

Muhammad Julian Fadli
31 March 2026 13:38

Sejumlah truk angkutan barang melintas di ruas tol Tangerang - Jakarta, Banten, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah truk angkutan barang melintas di ruas tol Tangerang - Jakarta, Banten, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pembatasan pembelian Pertalite dan Solar per 1 April, hingga potensi kenaikan harga BBM non–subsidi, membebani performa saham transportasi yang tercatat di pasar modal Indonesia.

Dalam pantauan, saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) amblas 9,77% di posisi Rp240/saham pada perdagangan Selasa (31/3/2026) siang.

Saham Transportasi TRUK pada Selasa 31 Maret 2026 (Sumber: Bloomberg)

Saham sektor transportasi, yang merupakan kumpulan sejumlah saham emiten transportasi baik darat, udara, dan juga laut mencatat penurunan mencapai 3,85%, hingga menjadi yang paling dalam pelemahannya. 


Berikut pergerakan saham transportasi pada penutupan perdagangan Sesi I hari ini:

  1. PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) jatuh 9,77% di posisi Rp240
  2. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) amblas 8,84% di posisi Rp1.960
  3. PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) turun 8,51% ke posisi Rp43
  4. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melemah 6,25% ke posisi Rp15
  5. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terdepresiasi 5,45% ke posisi Rp780
  6. PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) merah 5,36% ke posisi Rp106
  7. PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) drop 4,17% ke posisi Rp23
  8. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ambruk 4% ke posisi Rp72
  9. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melemah 3,09% ke posisi Rp314

Gerak saham transportasi dibayangi oleh sentimen pengumuman beleid yang bertujuan membatasi pembelian Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar.