Pertalite-Solar Dibatasi, Saham Transportasi 'Turun Mesin'
Muhammad Julian Fadli
31 March 2026 13:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pembatasan pembelian Pertalite dan Solar per 1 April, hingga potensi kenaikan harga BBM non–subsidi, membebani performa saham transportasi yang tercatat di pasar modal Indonesia.
Dalam pantauan, saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) amblas 9,77% di posisi Rp240/saham pada perdagangan Selasa (31/3/2026) siang.
Saham sektor transportasi, yang merupakan kumpulan sejumlah saham emiten transportasi baik darat, udara, dan juga laut mencatat penurunan mencapai 3,85%, hingga menjadi yang paling dalam pelemahannya.
Berikut pergerakan saham transportasi pada penutupan perdagangan Sesi I hari ini:
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) jatuh 9,77% di posisi Rp240
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) amblas 8,84% di posisi Rp1.960
- PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) turun 8,51% ke posisi Rp43
- PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melemah 6,25% ke posisi Rp15
- PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terdepresiasi 5,45% ke posisi Rp780
- PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) merah 5,36% ke posisi Rp106
- PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) drop 4,17% ke posisi Rp23
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ambruk 4% ke posisi Rp72
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melemah 3,09% ke posisi Rp314
Gerak saham transportasi dibayangi oleh sentimen pengumuman beleid yang bertujuan membatasi pembelian Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar.




























