Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Harga Minyak Sudah Menjalar ke Inflasi RI, Ini Buktinya

Mis Fransiska Dewi
04 May 2026 17:53

Emas Perhiasan & Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2024 (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Emas Perhiasan & Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2024 (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi 0,99% pada April 2026, dan memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,12%. 

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan inflasi pada kelompok transportasi ini disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin, seiring dengan meningkatnya harga avtur dan beberapa jenis bahan bakar non-subsidi.

"Inflasi tarif angkutan udara mencapai 15,25% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini memberi andil terhadap kelompok transportasi sebesar 0,89% dan andil terhadap inflasi umum 0,11%," kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).


Sementara itu, inflasi bensin tercatat 0,34% dengan andil terhadap kelompok transportasi sebesar 0,13% dan andil terhadap inflasi umum 0,02%.

Ateng menjelaskan, pada dasarnya penghitungan inflasi yang tercatat di BPS adalag tarif angkutan udara, bukan langsung berasal dari harga avtur sebagai bahan bakar angkutan udara.