Rupiah Dibuka di Atas Rp17.000/US$, Efek Harga Minyak Melonjak
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 March 2026 09:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot hari ini melemah dan menyentuh level psikologisnya selama ini, seiring penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang utama menyusul melonjaknya harga minyak di atas US$100 per barel.
Pada pembukaan perdagangan spot Senin (9/3/2026) rupiah melemah 0,64% ke Rp17.015/US$ setelah indeks dolar AS menguat 0,7% ke 99,67. Tak berselang lama, rupiah kembali defensif dan berada di level Rp16.989/US$ pada 09:04 WIB.
“Dolar AS mendapat banyak dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven tradisional serta posisi Amerika Serikat sebagai eksportir energi bersih. Pada saat yang sama, ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve pada 2026 mulai dikurangi,” kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank Ltd, seperti dikutip Bloomberg News.
Penguatan ini membuat mayoritas mata uang Asia melemah. Peso Filipina melemah paling tajam, disusul baht Thailand, won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Taiwan dan Singapura, serta ringgit Malaysia. Begitu juga dengan yuan baik offshore maupun spot. Sebaliknya hanya dolar Hong Kong yang tercatat di zona hijau, itupun hanya 0,10%.
Sebagai pasar yang memiliki ketergantungan terhadap minyak cukup tinggi, negara-negara di Asia terdampak langsung dari kebijakan Uni Emirat Arab dan Kuwait yang memangkas produksi minyak di tengah konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.































