Pemerintah Klaim Penandatanganan ART Pertimbangkan Putusan MA AS
Mis Fransiska Dewi
04 March 2026 08:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan kesepakatan dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperkuat akses pasar ekspor nasional kepada komoditas unggulan.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto juga menyebut berbagai dinamika politik domestik di AS termasuk perkembangan putusan Mahkamah AS (SCOTUS), telah menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses ART.
Haryo juga mengeklaim bahwa keputusan penandatanganan ART merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi ketidakpastian kebijakan tarif AS, mengingat tarif tetap menjadi instrumen utama dalam kebijakan perdagangan negara tersebut dan berpotensi tetap digunakan melalui berbagai dasar hukum lain selain IEEPA.
Ke depan, pemerintah AS masih memiliki sejumlah instrumen hukum lain untuk menerapkan tarif, dan berencana memulai berbagai investigasi terhadap praktik dagang negara-negara mitranya.
Dalam konteks tersebut, Haryo meyakini jika posisi Indonesia menjadi lebih terkelola dan terukur karena berbagai isu yang berpotensi menjadi objek investigasi telah dinegosiasikan dan disepakati lebih awal dalam kerangka ART.






























