Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka di Posisi Terlemah Sepanjang Sejarah

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 April 2026 09:26

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan terakhir pekan ini dengan pelemahan yang semakin dalam, tertekan sejumlah faktor pemberat dari sisi eksternal dan domestik. Besok, pasar domestik tutup memperingati Hari Buruh.

Rupiah spot hari ini, Kamis (30/4/2026), terdepresiasi 0,36% ke Rp17.353/US$, meski dolar AS sedikit jinak dengan indeksnya terhadap enam mata uang utama turun 0,11% ke posisi 98,85. Tak lama berselang, rupiah semakin lesu 0,4% ke posisi Rp17.366/US$ pada 09:05 WIB. 

Mata uang Ibu Pertiwi pun menghuni posisi terlemah sepanjang masa.

Pergerakan rupiah hari ini. (Bloomberg)

Pergerakan mata uang kawasan juga cukup beragam, menandai tingkat sensitivitasnya masing-masing terhadap sentimen eksternal yakni lonjakan harga minyak mentah yang menyebabkan inflasi semakin melambung. 

Dari kawasan Asia, pelemahan datang dari ringgit Malaysia dan baht Thailang. Sebaliknya, won Korea Selatan berhasil rebound bersama yen Jepang, dolar Singapura, yuan offshore dan dolar Hong Kong.