Logo Bloomberg Technoz

Kisah di Balik Duka Bekasi & Daycare: Perempuan Berjuang Ekonomi

Dinda Decembria
30 April 2026 15:01

Ilustrasi Pekerja Disabilitas (Dok. Envato)
Ilustrasi Pekerja Disabilitas (Dok. Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perempuan kembali menjadi sorotan publik setelah rangkaian peristiwa tragis, mulai dari kecelakaan kereta di Bekasi Timur hingga kasus penganiayaan di daycare. Di tengah empati yang mengalir, muncul pula narasi yang menyudutkan, seperti anggapan bahwa perempuan seharusnya tidak meninggalkan anak demi bekerja.

Namun, realitas ekonomi dan sosial saat ini membuat pilihan tersebut tidak sesederhana itu. Dalam banyak keluarga, terutama di wilayah urban, perempuan justru menjadi bagian penting dalam menopang ekonomi rumah tangga. Kondisi ini memunculkan dilema antara tuntutan domestik dan kebutuhan untuk tetap produktif di ruang publik.

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2025, persentase tenaga kerja formal menurut jenis kelamin memperlihatkan sebanyak 36,66% wanita bekerja untuk membantu ekonomi keluarga mereka. Mayoritas perempuan bekerja di sektor informal (66,36%) dibandingkan dengan sektor formal.


Pakar sosiologi kriminalitas dari UGM, Soeprapto, menjelaskan bahwa perubahan struktur keluarga menjadi faktor utama di balik fenomena ini. “Saat ini kita melihat telah terjadi perubahan struktur keluarga yang semula berwujud keluarga batih yang terdiri atas tiga generasi, kini telah berubah menjadi keluarga inti yang hanya terdiri dari dua generasi saja yaitu ayah, ibu, dan anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketiadaan peran kakek dan nenek dalam keluarga modern membuat pengasuhan anak menjadi tantangan tersendiri. “Kaum wanita atau para ibu rumah tangga yang semula lebih banyak beraktivitas di ranah domestik, kini banyak yang beraktivitas di ranah publik, baik untuk bekerja atau sekadar beraktivitas sosial,” kata Soeprapto.