Logo Bloomberg Technoz

Potret Percepatan Program PLTS yang Dikebut Pemerintah

Andrean Kristianto
29 April 2026 17:55

Petugas memeriksa panel surya di Kantor Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas memeriksa panel surya di Kantor Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Presiden Prabowo Subianto meminta realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dipercepat. (Bloomberg Technoz)

Presiden Prabowo Subianto meminta realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dipercepat. (Bloomberg Technoz)

Prabowo meminta agar implementasi program itu dipercepat, terutama dalam menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Prabowo meminta agar implementasi program itu dipercepat, terutama dalam menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pemerintah optimistis menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS dalam waktu dekat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah optimistis menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS dalam waktu dekat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Target tersebut meliputi penambahan kapasitas PLTS sekaligus pengurangan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Target tersebut meliputi penambahan kapasitas PLTS sekaligus pengurangan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pengurangan sekitar 10 GW pembangkit listrik berbasis diesel pada tahun in. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pengurangan sekitar 10 GW pembangkit listrik berbasis diesel pada tahun in. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

PLTS atap menjadi salah satu solusi strategis karena dapat diterapkan secara cepat, modular, dan terdistribusi untuk berbagai segmen.

PLTS atap menjadi salah satu solusi strategis karena dapat diterapkan secara cepat, modular, dan terdistribusi untuk berbagai segmen.

Petugas memeriksa panel surya di Kantor Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Presiden Prabowo Subianto meminta realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dipercepat. (Bloomberg Technoz)
Prabowo meminta agar implementasi program itu dipercepat, terutama dalam menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pemerintah optimistis menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS dalam waktu dekat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Target tersebut meliputi penambahan kapasitas PLTS sekaligus pengurangan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pengurangan sekitar 10 GW pembangkit listrik berbasis diesel pada tahun in. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
PLTS atap menjadi salah satu solusi strategis karena dapat diterapkan secara cepat, modular, dan terdistribusi untuk berbagai segmen.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mempercepat program strategis nasional pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan tercapai secara bertahap dalam 2–3 tahun. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi energi menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendukung target ambisius pemenuhan 100 persen listrik dari energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan. Kebijakan ini juga memperkuat komitmen terhadap penurunan emisi karbon secara nasional.

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pengurangan sekitar 10 GW pembangkit listrik berbasis diesel pada tahun ini dengan potensi instalasi PLTS mencapai 17 GW. Pemerintah memprioritaskan wilayah dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik tinggi agar segera beralih ke PLTS. 

Sekadar catatan, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan dalam RUPTL PLN 2025—2034 total kapasitas terpasang PLTS secara kumulatif ditargetkan mencapai 17,1 GW, dengan realisasi saat ini sebesar 1,5 GW termasuk 895 MW dari PLTS atap.

(ain)