Bak Nakhoda Kapal, Warga Menjaga Pintu Perlintasan Tak Resmi
Andrean Kristianto
30 April 2026 19:26
Bloomberg Technoz, Jakarta - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu resmi masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jakarta. Salah satunya berada di perlintasan sebidang di Tebet Timur, Jakarta Selatan.
Lokasi tersebut dijaga oleh warga setempat yang bergantian mengawasi jalur kereta sejak pagi hingga malam. Iwan menjadi salah satu penjaga yang turut menjalankan peran tersebut.
Baca Juga
Alat sederhana dimanfaatkan untuk membantu tugas mereka, berupa velg sepeda yang dimodifikasi menyerupai kemudi kapal. Velg itu digunakan sebagai penarik portal yang difungsikan sebagai palang pintu.
Perlintasan ini menjadi akses penting bagi warga yang hendak menuju Tebet Timur ke Asem Baris, Jakarta Selatan dan arah sebaliknya. Lalu lintas yang cukup padat membuat keberadaan penjaga sangat dibutuhkan.
Iwan mengaku telah menjaga palang pintu tersebut sejak masih bersekolah dan kini terus melanjutkannya secara bergiliran. Setiap penjaga bertugas dengan sistem pergantian selama 2,5 jam setiap hari.
“Di rolling setiap 2,5 jam, kita ga bisa kemana-mana harus fokus, makanya waktunya ga boleh terlalu banyak,” ungkap Iwan.
Pendapatan para penjaga berasal dari sumbangan sukarela pengguna jalan dengan jumlah yang tidak menentu. Dalam sehari, penghasilan berkisar antara Rp70.000 hingga Rp80.000 per orang.
“Ga nentu si bang, kadang kalau pendapatnya bisa sampai Rp70.000 sampai Rp80.000/orang itu dari pagi, kan kita pecah-pecah dari awal buka jam setengah 6 pagi sampai jam 8 malem, kadang bisa sampai cepek, tapi kalau hujan pasti pahit, kita ga ngarepin, sekalian ibadah juga, tergantung orang mau ngasih apa ga, pernah pas hujan dapet Rp5.000,” kata pria berusia 33 tahun tersebut.
Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang tanpa palang pintu otomatis di ibu kota. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius untuk terus dievaluasi, terutama setelah insiden kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa.
(dre/ain)



























