Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Turun 2%: Big Caps hingga Harga Minyak

Muhammad Julian Fadli
30 April 2026 18:05

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini, Kamis (30/4/2026), di zona merah usai melemah 144,42 poin (2,03%) di posisi 6.956,8.

IHSG sama–sekali tidak sempat menguat, posisi tertinggi pun hanya bertahan di level 7.109, seiring bergulirnya perdagangan Bursa Saham Indonesia terus melemah hingga mencapai posisi terendah 6.876 imbas melemahnya saham–saham big caps yang jadi pemberat.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 30 April 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp21,87 triliun dari sejumlah 48,19 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan. Dengan frekuensi jual–beli yang terjadi menyentuh 2,66 juta kali.


Tercatat ada sebanyak 576 saham melemah, dan masih ada 133 saham menguat. Sedang terdapat sejumlah 105 saham yang stagnan. 

Penyebab IHSG Melemah

Saham–saham perindustrian, saham infrastruktur, dan saham barang baku menjadi pemberat IHSG dengan masing–masing melemah mencapai 2,95%, 2,92%, dan 2,91%.